imageedit 75 4243663683 4

on . Hits: 102

ilustrasi pernikahan

PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN MENCAPAI 6,38 PERSEN

DI PENGADILAN AGAMA SENDAWAR

 

Sendawar I pa-sendawar.go.id

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Agama Sendawar, terhitung sejak Januari 2019, sampai berita ini diwartakan, sudah 9 (sembilan) perkara Dispensasi Kawin diselesaikan oleh Pengadilan Agama Sendawar. Beberapa alasan yang melatarbelakangi pengajuan permohonan tersebut, namun sebagaian besar alasan permohonan Dispensasi Kawin yang dimohonkan para pihak adalah karena calon pengantin telah memiliki hubungan yang sangat dekat, melakukan hubungan selayaknya suami istri bahkan sebagian besar calon pengantin wanita telah mengandung.

Sebagaimana diketahui, Dispensasi Kawin merupakan perkara volunter yang menjadi salah satu kewenangan absolut Pengadilan Agama. Permohonan Dispensasi Kawin diajukan oleh orangtua atau wali dan calon Pengantin yang ingin melangsungkan perkawinan, namun usianya belum mencapai batas minimal sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang mensyaratkan telah berusia 19 tahun untuk calon pengantin pria dan telah berusia 16 tahun bagi calon pengantin wanita.

Menanggapi hal tersebut, Bapak Gunawan, seorang Hakim pada Pengadilan Agama Sendawar, ketika di wawancarai oleh Tim Redaksi, menyatakan bahwa dirinya merasa risau dengan relatif tingginya permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Sendawar. Sebab, tingginya permohonan Dispensasi Kawin di sebuah pengadilan yang disebabkan oleh alasan-alasan yang telah diungkap di atas, mendeskripsikan kepada kita bahwa telah terjadi dekadensi moral pada tingkat usia remaja dan pemuda di wilayah yang menjadi yurisdiksi pengadilan tersebut, khususnya mengenai pergaulan bebas. Permasalahan ini bagaikan gunung es, yang hanya tampak sedikit, tetapi yang tidak kasat oleh mata jauh lebih banyak. Menurutnya, angka 6,8 persen perkara Dispensasi Kawin dari 141 perkara yang teregistrasi di Pengadilan Agama Sendawar merupakan puncak gunung es yang hanya terlihat sedikit dari perkawinan yang dilatarbelakangi oleh hubungan “haram” pranikah. Beliau memperkirakan, jauh lebih besar peristiwa perkawinan yang dilatarbelakangi oleh hal yang sama yang tidak melalui prosedur dispensasi kawin dari pengadilan atau usia calon pengantin telah mencapi batas minimal usia perkawinan.

Masih menurut beliau, bagi majelis hakim tidak mudah memutus perkara Dispensasi Kawin. Sebab perkara Dispensasi Kawin merupakan pengecualian dari ketentuan sebuah peraturan. Meskipun dari aspek usia calon pengantin belum mencapai kedewasaan, agar dispensasi dapat dikabulkan, Majelis hakim harus memastikan aspek-aspek lain yang mendukung ke”ajeg”an kehidupan rumahtangga yang akan dijalani. Aspek tersebut diantaranya adalah aspek ekonomi, aspek psikologi, aspek fisik, aspek sikap dan prilaku serta aspek pemahaman dan pengamalan agama. Bagian ini merupakan bagian tersulit bagi majelis hakim dalam memeriksa perkara ini, sebab majelis hakim harus dapat memastikan calon pengantin memiliki kematengan dari sisi aspek-aspek yang diungkap sebelumnya. Karena jika tidak, dan harus dipaksakan, besar kemungkinan rumahtangga yang akan dibangun tidak berdasarkan kematangan dan kedewasaan akan berakhir dengan perceraian.

WhatsApp Image 2019 07 23 at 08.19.55Bagi pria berkacamata ini, bukan hal gampang untuk Majelis Hakim mempertimbangkan mudarat yang lebih ringan antara memberi dispensasi kawin bagi calon pengantin wanita yang telah mengandung akibat hubungan haram pranikah dengan menolaknya dengan alasan bahwa salah satu calon atau kedua calon, disamping belum mencapai batas minimal usia pernikahan, juga salah satu atau keduanya, belum mencapai kedewasaan dalam hal aspek-aspek sebagaimana yang telah beliau sebutkan di atas, sementara janin yang ada di dalam kandungan calon pengantin wanita, memiliki hak-hak yang sama dengan anak-anak yang hadir ke dunia melalui proses normal dan halal, ketika kelak ia terlahir di dunia.

 Akhirnya, Hakim yang lahir disebuah desa kecil di Sumatera Utara ini berharap, stakeholder dan pihak terkait harus berperan dalam menjaga moralitas bangsa, khususnya pergaulan bebas, agar tidak menjamur di negeri ini. Dan jika sudah terlanjur terjadi dan mendapat dispensasi dari pengadilan untuk menikah, pihak keluarga, orang-orang dekat dan pihak terkait harus turut membantu “pengantin cilik” ini untuk menciptakan sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumahtangganya.

 

 

(Tim Redaksi PA.Sdw)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Sendawar

 

Jalan Pattimura, RT 029, Komplek Islamic Center

Kab. Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

Telp: 0545-4046824 Kode Pos. 75775

E-Mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Facebook [Klik Disini]

Instagram [Klik Disini]

Page Facebook [Klik Disini]

maps1 Lokasi Kantor